Rabu, 24 November 2010

Kabuki

http://fineartamerica.com/images-medium/kabuki-chopsticks-3-catherine-g-mcelroy.jpg
  Sejarah kabuki dimulai tahun 1603 dengan pertunjukan dramatari yang dibawakan wanita bernama Okuni di kuil Kitano Temmangu, Kyoto. Kemungkinan besar Okuni adalah seorang miko asal kuil Izumo Taisha, tapi mungkin juga seorang kawaramono (sebutan menghina buat orang kasta rendah yang tinggal di tepi sungai). Identitas Okuni yang benar tidak dapat diketahui secara pasti. Tari yang dibawakan Okuni diiringi dengan lagu yang sedang populer. Okuni juga berpakaian mencolok seperti laki-laki dan bertingkah laku tidak wajar seperti orang aneh ("kabukimono"), sehingga lahir suatu bentuk kesenian garda depan (avant garde). Panggung yang dipakai waktu itu adalah panggung Noh. Hanamichi (honhanamichi yang ada di sisi kiri penonton dan karihanamichi yang ada di sisi kanan penonton) di gedung teater Kabuki-za kemungkinan merupakan perkembangan dari Hashigakari (jalan keluar-masuk aktor Noh yang ada di panggung sisi kiri penonton).


          Kesenian garda depan yang dibawakan Okuni mendadak sangat populer, sehingga bermunculan banyak sekali kelompok pertunjukan kabuki imitasi. Pertunjukan kabuki yang digelar sekelompok wanita penghibur disebut Onna-kabuki (kabuki wanita), sedangkan kabuki yang dibawakan remaja laki-laki disebut Wakashu-kabuki (kabuki remaja laki-laki). Keshogunan Tokugawa menilai pertunjukan kabuki yang dilakukan kelompok wanita penghibur sudah melanggar batas moral, sehingga di tahun 1629 kabuki wanita penghibur dilarang dipentaskan. Pertunjukan kabuki laki-laki daun muda juga dilarang pada tahun 1652 karena merupakan bentuk pelacuran terselubung. Pertunjukan Yarō kabuki (,kabuki pria) yang dibawakan seluruhnya oleh pria dewasa diciptakan sebagai reaksi atas dilarangnya Onna-kabuki dan Wakashu-kabuki. Aktor kabuki yang seluruhnya terdiri dari pria dewasa yang juga memainkan peran sebagai wanita melahirkan "konsep baru" dalam dunia estetika. Kesenian Yarō kabuki terus berkembang di zaman Edo dan berlanjut hingga sekarang.


          Dalam perkembangannya, kabuki digolongkan menjadi Kabuki-odori (kabuki tarian) dan Kabuki-geki (kabuki sandiwara). Kabuki-odori dipertunjukkan dari masa kabuki masih dibawakan Okuni hingga di masa kepopuleran Wakashu-kabuki, remaja laki-laki menari diiringi lagu yang sedang populer dan konon ada yang disertai dengan akrobat. Selain itu, Kabuki-odori juga bisa berarti pertunjukan yang lebih banyak tarian dan lagu dibandingkan dengan porsi drama yang ditampilkan.



          Di gedung kabuki, cerita yang memerlukan penjelasan tentang berjalannya waktu ditandai dengan pergeseran layar sewaktu terjadi pergantian adegan. Selain itu, di gedung kabuki bisa dibangun bagian panggung bernama hanamichi yang berada melewati di sisi kiri deretan kursi penonton. Hanamichi dilewati aktor kabuki sewaktu muncul dan keluar dari panggung, sehingga dapat menampilan dimensi kedalaman. Kabuki juga berkembang sebagai pertunjukan tiga dimensi dengan berbagai teknik, seperti teknik SériChūzuri (teknik menggantung aktor dari langit-langit atas panggung untuk menambah dimensi pergerakan ke atas dan ke bawah seperti adegan hantu terbang). (bagian panggung yang bisa naik-turun yang memungkinkan aktor muncul perlahan-lahan dari bawah panggung), dan



          Secara garis besar ada 2 jenis pertunjukan Kabuki-kyogen dari semua karya yang dihasilkan di zaman Edo dan sekarang masih dipentaskan. Kelompok pertama Kabuki-kyogen disebut Maruhon mono yang mengadaptasi sebagian besar cerita dari cerita Ningyo Jōruri (Bunraku). Kelompok kedua disebut Kabuki kreasi baru. Kabuki Maruhon mono juga dikenal sebagai Gidayu-kyōgen, tapi Gidayu-kyōgen tidak selalu sama dengan Maruhon mono. Pada Gidayu-kyōgen, aktor kabuki membawakan dialog sementara dari atas mawaributai (panggung yang bisa berputar, dari arah penonton terletak di sisi kanan panggung) penyanyi yang disebut Tayu bernyanyi sambil diiringi pemain shamisen yang memainkan musik Gidayu-bushi. Pada Ningyo Jōruri yang semua penjelasan cerita dan dialog dinyanyikan oleh Tayu. Pada kabuki kreasi baru, musik pengiring dimainkan dari Geza (tempat atau ruang untuk pemusik yang dari arah penonton terletak di sisi kiri panggung).



          Cerita kabuki yang berasal dari didramatisasi kisah sejarah disebut Jidaimono. Cerita kabuki dengan kisah berlatar belakang kehidupan masyarakat disebut Sewamono. Selain itu, penulis cerita kabuki juga senang menggunakan istilah sekai (dunia) sebagai kerangka dasar cerita, misalnya karya kabuki berjudul Taiheiki no sekai (Dunia Taiheiki), Heike monogatari no sekai (Dunia Kisah klan Heike), Sogamono no sekai (Dunia Sogamono), atau Sumidagawamono no sekai (Dunia Sumidagawamono). Penonton biasanya sudah tahu jalan cerita dan akrab dengan tokoh-tokoh yang tampil dalam cerita. Penonton hanya ingin menikmati jalan cerita seperti yang dikisahkan penulis cerita kabuki.



          Di zaman Edo, pementasan Kabuki-kyogen perlu mendapat izin dari instansi yang berwenang. Keshogunan Edo biasanya mengizinkan sebagian besar pementasan yang diadakan sejak matahari terbit hingga sebelum matahari terbenam asalkan materi pementasan tidak melanggar peraturan yang sudah ditetapkan. Pementasan yang dilakukan malam hari sesudah matahari terbenam tidak diizinkan. Alasannya pertunjukan kabuki banyak diminati orang dan pemerintah kuatir kerumunan orang dapat melakukan kegiatan melawan pemerintah. Pertunjukan kabuki pada masa itu memerlukan waktu istirahat yang lama, antara lain untuk mengganti set panggung. Bagi penonton yang datang menyaksikan kabuki, menonton kabuki perlu sehari penuh dan merupakan satu-satunya kegiatan yang bisa dilakukan pada hari itu.


          Sebagian penonton menyukai Jidaimono sedangkan sebagian lagi menyukai Sewamono, sehingga kabuki dalam pementasannya dituntut untuk bisa memuaskan selera semua kalangan penonton. Dalam usaha memuaskan selera penonton, pada pementasan kabuki sering dipertunjukkan dua cerita sekaligus, Jidaimono dan Sewamono yang dipisahkan dengan waktu istirahat. Pementasan dengan jalan cerita yang campur aduk juga tidak sedikit asalkan penonton senang. Ada juga pementasan yang bagaikan bunga rampai dari berbagai cerita dan hanya mengambil bagian-bagian cerita yang disukai penonton saja. Pertunjukan seperti ini disebut Midori-kyōgen (konon berasal dari kata Yoridori midori yang dalam bahasa Jepang berarti serbaneka atau aneka ragam). Sebaliknya kyogen yang mementaskan keseluruhan cerita secara lengkap disebut Tōshi-kyōgen.

kendo


http://www.kendo-fik.org/english-page/english-page2/pic/kendo6-7dan-kata.JPG                 KIKENTAIICHI
(Semangat, Pedang dan Tubuh menjadi satu)




Kendo adalah salah satu olahraga beladiri dari jepang yang dalam prakteknya menggunakan sebuah pedang. Kendo sering digunakan sebagai latihan dasar dari ilmu pedang Jepang (Kenjutsu) yang memiliki banyak aliran. Hingga kini banyak dari praktisi kenjutsu yang masih berlatih kendo. Dalam latihannya, para kendoka atau kenshi (sebutan bagi praktisi Kendo) berlatih menggunakan beberapa peralatan antara lain :

Shinai
Shinai adalah pedang yang terbuat dari bambu. Shinai digunakan dalam Keiko (latihan berpasangan), Jigeiko (sparring dengan sensei atau senpai), maupun Shiai (turnamen). Sifat shinai yg memiliki daya tahan yang tinggi memang sangat cocok untuk latihan, dibandingkan dengan Bouken.

Bouken
Bouken adalah pedang yang terbuat dari kayu. Bouken hanya digunakan dalam Kata (peragaan). Jadi bouken tidak digunakan dalam Keiko,Jigeiko, maupun Shiai. Terkadang dalam film2 tertentu (baik dokumenter maupun action) kita sering melihat seorang kendoka beradu dengan menggunakan Bouken tanpa memakai bogu, walaupun tidak dilarang, tapi diperlukan kontrol yang baik dalam menggunakan Bouken. Bila tidak berhati-hati, Bouken dapat menjadi senjata yang cukup berbahaya terutama apabila digunakan dalam pertarungan /sparring.

Kendo gi
Kendogi adalah baju yang dipakai dalam latihan kendo. Warna kendo gi tidak menunjukkan tingkatan seorang kendoka. Kendo gi dapat berwarna biru, putih atau hitam.

Hakama
Hakama adalah celana yang dipakai dalam latihan kendo. Warna hakama ini pun tidak menunjukkan tingkatan seorang kendoka. hakama dapat berwarna Biru, Hitam, ataupun Putih. (dalam sebuah VCD tentang kata saya pernah melihat hakama berwarna coklat).

Men
Men adalah pelindung kepala ketika seorang kendoka sedang melakukan Keiko, Jigeiko, maupun Shiai. Bagian depan dari men terbuat dari Besi yang membentuk sebuah jeruji. Pada Men juga terdapat pelindung leher, yang berfungsi untuk menahan serangan Tsuki atau tusukan ke arah leher.

Kote
Kote adalah sarung tangan pelindung ..... tangan (^^').

Do
Do adalah pelindung perut dan dada.

Tare
Tare adalah pelindung pinggul. Pada tare, seringkali seorang kendoka menuliskan namanya dan juga dojo tempatnya berasal.


Serangan-serangan dasar dalam kendo


Men
Serangan Men di tujukan ke kepala lawan. Pedang diangkat hingga melewati/tepat diatas kepala kemudian diayunkan hingga mengenai kepala lawan. Seangan men adalah serangan paling dasar dalam kendo. Kendoka pemula sangat disarankan untuk memperlancar serangan yang satu ini. variasi lain dari Men adalah Sayu-Men. Pada Sayu-Men, serangan diarahkan ke pelipis lawan baik pelipis kiri maupun pelipis kanan.

Kote
Serangan Kote ditujukan ke tangan kanan lawan. Bagian tangan yang diincar adalah daerah sekitar pergelangan tangan. Sama dengan Men, untuk melakukan kote, seorang kendoka juga mengangkat pedangnya ke atas dan mengayunkannya ke arah kote lawan. Serangan Kote biasanya merupakan teknik serangan kedua yang diajarkan pada kendoka setelah mempelajari Men.

Do
Serangan Do ditujukan ke arah perut lawan. Serangan Do juga dilakukan dengan mengangkat pedang ke atas untuk kemudian diarahkan ke bagian kiri perut/dada lawan (sudut pandang dari penyerang). Setelah Pedang menyentuh dada/perut, Pedang akan ditarik dengan tujuan membelah perut lawan. Pada tingkat awal, pukulan Do seakan2 dilakukan dengan 2 gerakan, namun seiring dengan bertambahnya pengalaman maupun keahlian seorang kendoka, maka serangan Do tadi akan menjadi sebuah gerakan yang mulus (clean cut). Serangan Do mungkin merupakan teknik yang paling sulit bila dibandingkan dengan teknik serangan dasar lainnya.

Tsuki
Serangan Tsuki adalah sebuah tusukan ke arah leher. Tsuki biasanya mulai diajarkan kepada kendoka tingkat menengah. Tsuki tidak diajarkan kepada kendoka pemula, karena serangan ini sangat berbahaya apabila meleset.

Dalam prakteknya, Keempat serangan dasar tersebut akan dikembangkan lebih jauh lagi menjadi serangkaian serangan yang lebih efektif lagi. Namun untuk mendapatkan latihan tersebut, dibutuhkan usaha dan waktu yang tidak singkat. Para kendoka pemula akan lebih diasah kemampuannya dalam melakukan serangan dasar terlebih dahulu. Dan proses ini sayangnya tidaklah singkat. Mungkin hal inilah yang menyebabkan jemunya para kendoka pemula karena mereka terus menerus dilatih serangan dasar saja. banyak dari kendoka pemula yang merasa tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan akhirnya berhenti berlatih kendo. Hal ini sangat wajar dan sering terjadi di segala macam aliran ilmu bela diri.

Selain Serangan dasar, salah satu hal yang penting dalam kendo adalahKiai. Kiai dapat diartikan teriakan. Teriakan ini memiliki beberapa kegunaan, antara lain :
Untuk membangkitkan semangat kita
Untuk menggertak lawan
Untuk memecahkan konsentrasi lawan
Sebagai bagian dari Kikentaiichi
Sebagus apapun sebuah serangan, apabila tidak diiringi dengan [I]Kiai[I], maka
serangan tersebut tak akan dianggap valid. Karena alasan inilah mungkin Kendo merupakan salah satu olahraga bela diri yang paling berisik selama latihannya.

Yakuza

http://fc00.deviantart.net/fs37/f/2008/266/c/e/__Yakuza_tattoo____by_Milwa_cz.jpgYakuza dari bahasa Jepang: (やくざ atau ヤクザ) atau gokudō (極道) adalah nama dari sindikat terorganisir di Jepang. Organisasi ini sering juga disebut mafia Jepang, karena ada kesamaan dengan bentuk organisasi yang asalnya dari Italia tersebut.

Sejarah Yakuza

Sejarah panjang Yakuza dimulai kira-kira pada tahun 1612, saat Shogun Tokugawa berkuasa dan menyingkirkan shogun sebelumnya. Pergantian ini mengakibatkan kira-kira 500.000 orang samurai yang sebelumnya disebut hatomo-yakko (pelayan shogun) menjadi kehilangan tuan, atau disebut sebagai kaum ronin.

Seperti kata pepatah : orang yang hanya punya martil cenderung melihat segala sesuatu bisa beres dengan dimartil, demikian juga dengan kaum ronin ini. Banyak dari mereka menjadi penjahat dan centeng. Mereka disebut sebagai kabuki-mono atau samurai nyentrik urakan yang ke mana-mana membawa pedang. Mereka berbicara satu sama lain dalam bahasa slang dan kode rahasia. Terdapat kesetiaan tinggi di antara sesama ronin sehingga kelompok ini sulit dibasmi.

Untuk melindungi kota dari para kabuki-mono, banyak kota-kota kecil di Jepang membentuk machi-yokko (satuan tugas (satgas) desa). Satgas ini terdiri dari para pedagang, pegawai, dan orang biasa yang mau menyumbangkan tenaganya untuk menghadapi kaum kabuki-mono. Walaupun mereka kurang terlatih dan jumlahnya sedikit, tetapi ternyata para anggota machi-yokko ini sanggup menjaga daerah mereka dari serangan para kabuki mono. Di kalangan rakyat Jepang abad ke 17, kaum machi-yokko ini dianggap seperti pahlawan.

Masalah jadi rumit, karena setelah berhasil menggulung para ronin, para anggota machi-yokko ini malah meninggalkan profesi awal mereka dan memilih jadi preman. Hal ini diperparah lagi dengan turut campurnya Shogun dalam memelihara para machi-yokko ini. Ada dua kelas profesi para machi-yokko, yaitu kaum Bakuto (penjudi) dan Tekiya (pedagang). Namanya saja kaum pedagang tetapi pada kenyataannya, kaum Tekiya ini suka menipu dan memeras sesama pedagang. Walau begitu, kaum ini punya sistem kekerabatan yang kuat. Ada hubungan kuat antara Oyabun (Bos (bapak)) dan Kobun (bawahan (anak)), serta Senpai-Kohai (Senior-Junior) yang kemudian menjadi kental di organisasi Yakuza.


Penjudi

Kaum Bakuto (penjudi), punya sejarah yang unik. Awalnya mereka disewa oleh Shogun untuk berjudi melawan para pegawai konstruksi dan irigasi. Tindakan ini dilakukan agar gaji para pegawai konstruksi dan irigasi habis di meja judi dan tenaga mereka bisa disewa dengan harga murah.

Jenis judi yang biasa dilakukan adalah menggunakan kartu Hanafuda dengan sistem permainan mirip Black Jack. Tiga kartu dibagikan dan bila angka kartu dijumlahkan, maka angka terakhir menunjukkan siapa pemenang, diantara sekian banyak kartu sial kartu berjumlah 20 adalah yang paling sering disumpahi orang, karena berakhiran nol. Salah satu konfigurasi kartu ini adalah kartu dengan nilai (8-9-3) yang dalam bahasa Jepang menjadi Ya-Ku-Za yang kemudian menjadi nama asal Yakuza.

Dari kaum Bakuto ini juga muncul tradisi menandai diri dengan [[tato] disekujur badan (disebut irezumi) dan yubitsume (potong jari) sebagai bentuk penyesalan ataupun sebagai hukuman. Awalnya hukuman ini bersifat simbolik, karena ruas atas jari kelingking yang dipotong membuat pemilik tangan menjadi lebih sulit memegang pedang dengan mantap. Hal ini menjadi simbol ketaatan terhadap pimpinan.

Yukata dan kimono

http://japonsko.hu.cz/obrazky/yukata.jpghttp://www.kushitei.com/wp-content/uploads/2009/02/kimono.jpg**YUKATA**


Yukata (浴衣 ?, baju sesudah mandi) adalah jenis kimono yang dibuat dari bahan kain katun tipis tanpa pelapis. Dibuat dari kain yang mudah dilewati angin, yukata dipakai agar badan menjadi sejuk di sore hari atau sesudah mandi malam berendam dengan air panas.

Menurut urutan tingkat formalitas, yukata adalah kimono nonformal yang dipakai pria dan wanita pada kesempatan santai di musim panas, misalnya sewaktu melihat pesta kembang api, matsuri (ennichi), atau menari pada perayaan obon. Yukata dapat dipakai siapa saja tanpa mengenal status, wanita sudah menikah atau belum menikah.

Gerakan dasar yang harus dikuasai dalam nihon buyo selalu berkaitan dengan kimono. Ketika berlatih tari, penari mengenakan yukata sebagai pengganti kimono agar kimono berharga mahal tidak rusak karena keringat. Aktor kabuki mengenakan yukata ketika berdandan atau memerankan tokoh yang memakai yukata. Pegulat sumo memakai yukata sebelum dan sesudah bertanding.

Musim panas berarti musim pesta kembang api dan matsuri di Jepang. Jika terlihat orang memakai yukata, berarti tidak jauh dari tempat itu ada matsuri atau pesta kembang api.



**KIMONO**



Kimono (着物 ?) adalah pakaian tradisional Jepang. Arti harfiah kimono adalah baju atau sesuatu yang dikenakan (ki berarti pakai, dan mono berarti barang).

Pada zaman sekarang, kimono berbentuk seperti huruf "T", mirip mantel berlengan panjang dan berkerah. Panjang kimono dibuat hingga ke pergelangan kaki. Wanita mengenakan kimono berbentuk baju terusan, sementara pria mengenakan kimono berbentuk setelan. Kerah bagian kanan harus berada di bawah kerah bagian kiri. Sabuk kain yang disebut obi dililitkan di bagian perut/pinggang, dan diikat di bagian punggung. Alas kaki sewaktu mengenakan kimono adalah zōri atau geta.

Kimono sekarang ini lebih sering dikenakan wanita pada kesempatan istimewa. Wanita yang belum menikah mengenakan sejenis kimono yang disebut furisode.[1] Ciri khas furisode adalah lengan yang lebarnya hampir menyentuh lantai. Perempuan yang genap berusia 20 tahun mengenakan furisode untuk menghadiri seijin shiki. Pria mengenakan kimono pada pesta pernikahan, upacara minum teh, dan acara formal lainnya. Ketika tampil di luar arena sumo, pesumo profesional diharuskan mengenakan kimono.[2] Anak-anak mengenakan kimono ketika menghadiri perayaan Shichi-Go-San. Selain itu, kimono dikenakan pekerja bidang industri jasa dan pariwisata, pelayan wanita rumah makan tradisional (ryōtei) dan pegawai penginapan tradisional (ryokan).

Pakaian pengantin wanita tradisional Jepang (hanayome ishō) terdiri dari furisode dan uchikake (mantel yang dikenakan di atas furisode). Furisode untuk pengantin wanita berbeda dari furisode untuk wanita muda yang belum menikah. Bahan untuk furisode pengantin diberi motif yang dipercaya mengundang keberuntungan, seperti gambar burung jenjang. Warna furisode pengantin juga lebih cerah dibandingkan furisode biasa. Shiromuku adalah sebutan untuk baju pengantin wanita tradisional berupa furisode berwarna putih bersih dengan motif tenunan yang juga berwarna putih.

Sebagai pembeda dari pakaian Barat (yōfuku) yang dikenal sejak zaman Meiji, orang Jepang menyebut pakaian tradisional Jepang sebagai wafuku (和服 ?, pakaian Jepang). Sebelum dikenalnya pakaian Barat, semua pakaian yang dipakai orang Jepang disebut kimono. Sebutan lain untuk kimono adalah gofuku (呉服 ?). Istilah gofuku mulanya dipakai untuk menyebut pakaian orang negara Dong Wu (bahasa Jepang : negara Go) yang tiba di Jepang dari daratan Cina.

ikebana

http://www.vacationsdelivered.com/wp-content/uploads/2010/01/ikebana.jpgIkebana adalah seni merangkai bunga ala Jepang. Merangkai bunga Ikebana tidak hanya sekedar dan semudah menempatkan bunga2 kedalam Vas (container), akan tetapi merupakan bentuk disiplin seni dimana merupakan rangkaian yang hidup yang menyatu antara kejiwaan manusia dengan alam sekitarnya, dengan kata lain Ikebana adalah sebuah philosofi untuk lebih mendekat dengan alam.

Ikebana juga adalah sebuah ekspresi yang kreatif dalam bingkai aturan untuk membuat rangkaiannya. Materi yang digunakan antara lain ; ranting-ranting, daun-daun, bermacam-macam bunga dan rerumputan yang dirangkai sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah kombinasi warna, bentuk alamiah, dan lain-lain.

Dalam bahasa Jepang, Ikebana juga dikenal dengan istilah kadō (華道 ?, ka, bunga; do, jalan kehidupan) yang lebih menekankan pada aspek seni untuk mencapai kesempurnaan dalam merangkai bunga.



**SEJARAH IKEBANA**

Ikebana sebagai salah satu seni tradisional di Jepang sudah dikenal lebih dari 600 tahun yang lalu. Bermula sebagai acara ritual dari agama Budha dalam rangka memberikan persembahan bunga kepada arwah leluhur.

Sejak sekitar pertengahan abad ke-15, Ikebana berubah statusnya dari yang sebelumnya sebagai symbol keagamaan menjadi bentuk seni yang bebas. Yang kemudian lambat laun sejalan dengan perjalanan waktu, tumbuh sekolah-sekolah Ikebana, terjadi perubahan stile dan menjadi lebih sederhana untuk semua lapisan masyarakat Jepang.



**MACAM-MACAM ALIRAN IKEBANA**

Ada banyak aliran Ikebana di Jepang diantaranya yang dikenal adalah ; Chiko, Ichiyo, Ikenobo, Koryu, Kozan, Mishoryu, Ohara, Ryusei-Ha, Saga Goryu, Shinpa Seizan, Shofu Kadokai, Sogetsu, dll.

Saat ini yang ada di Indonesia serta resmi dan terdaftar pada The Japan Foundation, Jakarta ada 7(tujuh) Aliran yaitu ; Ichiyo, Ikenobo, Koryu, Mishoryu, Ohara, Sogetsu dan Shofu Kadokai.

salon di jepang

http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTWmHYeFZu-FWNA0dAx26yBxmEpRJTZjiC0DZifBKYcL0a7nJ1Phttp://travelerfolio.com/travelerfolio/photos/japan_manicure_salon.jpgSalon di Jepang thu mahal" kebanyakan (biasanya seh sekali potong rambut bisa habis 4000 - 6000 yen ato sekitar 400 ribu rupiah - 600 ribu rupiah), namun pelayanan salon itupun sesuai dengan harga yang mereka tawarkan, salon Jepang 180 derajat berbeda dari salon Indonesia, jika ada pelangggan ingin potong rambut maka pelanggan akan dipilihkan ke berbagai list stylist yang udah terpampang disitu, tiap stylist itu beda beda harganya dan stylistnya juga modis banget gayanya, jika pelanggan masuk di salon jepang pelanggan akan disambut ramah oleh yang punya salon, mereka akan menyilahkan anda untuk duduk di sofa yang didepannya meja (kalo anda antre ato anda cuman nganter), diatas meja banyak banget snack,koran,majalah yang siap dibaca, gag hanya itu mereka juga menemani anda ngobrol sembari menunggu pelanggan lain atau yang diantar, proses pemilihan style rambut juga mereka perhatikan, mereka gag sembarangan ngasi style, kalo mereka rasa gag cocok denganmu (style rambutnya) mereka akan ngasi tau kamu style rambut mana yang cocok buat jenis muka and kepalamu, kebanyakan yang bekerja di salon Jepang itu orangnya profesional jadi mereka gag main", cocok dah dengan harganya yang mahal pelayanannya juga memuaskan, sampe" kalo kamu pulang yang nyukur rambutmu akan nganter kamu mpe kasir buat bayar trus akan nganter kamu pulang sampe pintu n then bilang gini 'arigatou gozaimasu, mata irasshatte kudasai'(terimakasih banyak, kapan" datang lagi ya!), kadang kalo kamu belum ngilang di hadapannya si pencukur/stylist akan terus nunduk (ngasi hormat ala jepang gitu), ramah banget dah beda 100% ama salon di Indonesia,

Harajuku

http://i127.photobucket.com/albums/p137/zoerain/HARAJUKUSTREETSTYLE2.jpgHARAJUKU adalah sebutan populer untuk kawasan di sekitar Stasiun JR Harajuku, Distrik Shibuya, Tokyo. Kawasan ini terkenal sebagai tempat anak-anak muda berkumpul. Lokasinya mencakup sekitar Meiji Jingu, Taman Yoyogi, pusat perbelanjaan Jalan Takeshita (Takeshita-dori), departement store Laforet, dan Gimnasium Nasional Yoyogi. Harajuku bukan sebutan resmi untuk nama tempat, dan tidak dicantumkan sewaktu menulis alamat. Sekitar tahun 1980-an, Harajuku merupakan tempat berkembangnya subkultur Takenoko-zoku. Sampai hari ini, kelompok anak muda berpakaian aneh bisa dijumpai di kawasan Harajuku. Selain itu, anak-anak sekolah dari berbagai pelosok di Jepang sering memasukkan Harajuku sebagai tujuan studi wisata sewaktu berkunjung ke Tokyo.

Sebetulnya sebutan "Harajuku" hanya digunakan untuk kawasan di sebelah utara Omotesando. Onden adalah nama kawasan di sebelah selatan Omotesando, namun nama tersebut tidak populer dan ikut disebut Harajuku.

Sebelum zaman Edo, Harajuku merupakan salah satu kota penginapan (juku) bagi orang yang bepergian melalui rute Jalan Utama Kamakura. Tokugawa Ieyasu menghadiahkan penguasaan Harajuku kepada ninja dari Provinsi Iga yang membantunya melarikan diri dari Sakai setelah terjadi Insiden Honnoji.
Di zaman Edo, kelompok ninja dari Iga mendirikan markas di Harajuku untuk melindungi kota Edo karena letaknya yang strategis di bagian selatan Jalan Utama Koshu. Selain ninja, samurai kelas Bakushin juga memilih untuk bertempat tinggal di Harajuku. Petani menanam padi di daerah tepi Sungai Shibuya, dan menggunakan kincir air untuk menggiling padi atau membuat tepung.

Di zaman Meiji, Harajuku dibangun sebagai kawasan penting yang menghubungkan kota Tokyo dengan wilayah sekelilingnya. Pada tahun 1906, Stasiun JR Harajuku dibuka sebagai bagian dari perluasan jalur kereta api Yamanote. Setelah itu, Omotesando (jalan utama ke kuil) dibangun pada tahun 1919 setelah kuil Meiji Jingu didirikan.

Setelah dibukanya berbagai department store pada tahun 1970-an, Harajuku menjadi pusat busana. Kawasan ini menjadi terkenal di seluruh Jepang setelah diliput majalah fesyen seperti Anan dan non-no. Pada waktu itu, kelompok gadis-gadis yang disebut Annon-zoku sering dijumpai berjalan-jalan di kawasan Harajuku. Gaya busana mereka meniru busana yang dikenakan model majalah Anan dan non-no.

Sekitar tahun 1980-an, Jalan Takeshita menjadi ramai karena orang ingin melihat Takenoko-zoku yang berdandan aneh dan menari di jalanan. Setelah ditetapkan sebagai kawasan khusus pejalan kaki, Harajuku menjadi tempat berkumpul favorit anak-anak muda. Setelah Harajuku makin ramai, butik yang menjual barang dari merek-merek terkenal mulai bermunculan di Omotesando sekitar tahun 1990-an.

Geisha

http://2.bp.blogspot.com/_ZNdx_fSWPuw/S-KBUAD1SzI/AAAAAAAAAGM/yRaYXJao0gs/s1600/ipodGeisha.gif


http://www.chrisrowthorn.com/images/content/geisha1-gion.jpg
Geisha (芸者"orang dari seni") adalah seniman-tradisional Jepang.Kata Geiko juga digunakan untuk menjelaskan orang tersebut. Geisha sangat umum pada abad 18 dan 19, dan masih dalam keberadaan hari ini, meskipun mereka adalah nomor dwindling. "Geisha," tegas / geɪ ʃa / ( "gay-Sha") adalah istilah yang paling akrab Bahasa Inggris ke speaker, dan yang paling umum digunakan di Jepun juga, tetapi di Kansai wilayah istilah dan geigi, untuk magang Geisha, " Maiko "juga telah digunakan sejak Restorasi Meiji. Istilah maiko hanya digunakan di Kyoto kabupaten. Inggris pengucapan gi ʃa ( "wah-Sha") atau frasa "Geisha gadis," selama Amerika umum pekerjaan dari Jepang, membawa konotasi prostitusi, seperti beberapa perempuan muda, nekat untuk uang dan menyebut dirinya "Geisha," dijual sendiri untuk pasukan Amerika.
Geisha tradisi yang berkembang dari taikomochi atau hōkan, jesters serupa ke pengadilan. " Geisha pertama adalah semua laki-laki; sebagai perempuan mulai mengambil peran mereka dikenal sebagai onna Geisha (女芸者), atau "artis wanita (perempuan formulir)." . Geisha hari ini secara perempuan, selain dari Taikomochi. Taikomochi yang sangat langka. Hanya tiga saat ini terdaftar di Jepang. Mereka cenderung jauh lebih mesum daripada Geisha. Tokoh-tokoh lain yang menyumbang kepada penciptaan modern yang Oiran Geisha, atau courtesans, dan Odoriko, menari perempuan. Odoriko khususnya yang dipengaruhi Geisha untuk menyertakan tari sebagai bagian dari seni daftar lagu-lagu mereka.
Geisha tradisional yang terlatih dari anak muda. Geisha sering membeli rumah perempuan muda dari keluarga miskin, dan mengambil tanggung jawab untuk meningkatkan dan pelatihan mereka. Selama anak mereka, sesuai Geisha pertama bekerja sebagai maids, maka sebagai asisten ke rumah Geisha's senior mereka sebagai bagian dari pelatihan dan memberikan kontribusi untuk biaya pemeliharaan dan pendidikan mereka. Ini lama-tradisi diadakan pelatihan masih ada di Jepang, di mana siswa tinggal di rumah seorang pemimpin dari beberapa seni, memulai melakukan pekerjaan rumah tangga dan pengawasan umum dan membantu master, dan akhirnya bergerak hingga menjadi tuan sendiri di kanan (lihat juga irezumi). Pelatihan ini sering berlangsung selama bertahun-tahun.

Program studi tradisional mulai dari usia muda dan meliputi berbagai seni, termasuk alat-alat musik Jepang (terutama shamisen) dan tradisional bentuk bernyanyi, tari tradisional, upacara teh, mengatur bunga (ikebana), puisi dan literatur. Dengan menonton dan membantu senior Geisha, mereka menjadi terampil di kompleks tradisi sekitarnya memilih, pencocokan, dan pakaian berharga scorpio, dan dalam berbagai permainan dan seni percakapan, dan juga dalam berurusan dengan klien.

Setelah seorang wanita menjadi magang Geisha (a maiko) dia akan mulai untuk menemani senior Geisha ke rumah teh, dan pihak banquets yang merupakan's a Geisha lingkungan kerja. Untuk beberapa hal, ini tradisional metode pelatihan berlangsung, walaupun ia adalah kebutuhan foreshortened. Geisha modern tidak lagi dibeli oleh atau dibawa ke rumah Geisha sebagai anak-anak. Menjadi Geisha sekarang sepenuhnya sukarela. Kebanyakan mereka mulai sekarang Geisha pelatihan di akhir umur belasan.

Apakah Geisha pelacur?
Sesungguhnya, tidak Geisha pelacur. Karena suatu hiburan laki-laki di belakang pintu tertutup di sebuah cara eksklusif, ada banyak spekulasi tentang underpinnings profesi mereka. Kebingungan yang seputar masalah ini telah rumit oleh Jepang pelacur yang ingin bersama-memilih yang prestise dari Geisha gambar, dan tidak akurat oleh depictions Geisha dari budaya populer di Barat.Meskipun Geisha dapat memilih untuk melakukan hubungan seksual dengan salah satu patrons dia, Geisha Jomblo tidak akan pernah melibatkan seks.

Geisha pertama tentang pelacur yang bernama Kako. Seiring dengan berjalannya waktu, ia menemukan bahwa ia tidak perlu terlibat di lampu merah-kabupaten.Kako secara langsung atau tidak langsung kepada ahli waris untuk banyak sekolah seni Jepang. Dia sendiri disebut a Geisha ( "seni-orang") dan mengucap diri untuk memberikan pertunjukan seni.

Kadang-kadang, a Geisha dapat memilih untuk mengambil danna (tua jaman untuk kata suami), yang biasanya adalah seorang laki-laki kaya yang memiliki cara untuk mendukung Geisha gundik. Meskipun a Geisha bisa jatuh cinta dengan danna, yang merupakan urusan customarily kontingen atas danna kemampuan finansial untuk mendukung Geisha gaya hidup. Konvensi tradisional dan nilai-nilai tersebut dalam hubungan yang sangat rumit dan tidak dipahami dengan baik, bahkan oleh banyak Jepang. Karena itu, benar intim peran serta Geisha tetap objek dari banyak spekulasi, dan sering salah, di Jepang maupun di luar negeri.

KUNOICHI

http://www.mikoto.com.au/images/girlninja300.pngKUNOICHI (NINJA WANITA)
Meski wanita sering dianggap lemah,dalam ilmu bela diri Ninjutsu tidak membatasi hanya untuk kaum lelaki. Itu sebabanya, ilmu ini pun kemudian juga dipelajari oleh kaum wanita yang kemudian dikenal sebagai Kunoichi. Selain mempelajari ilmu Ninjutsu, Kunoichi juga mempelajari ilmu merayu, memanipulasi, menyamar, dan intuisi. Kemampuan ini memberikan meeka kemudahan dalam menyusup ke pemikiran pemimpin perang, bisnis, bahkan politik sekalian.
Dalam pelaksanaannya sebagai Kunoichi, kebanyakan mereka menyamar sebagai Geisha dan juga seorang biksu perempuan di biara-biara (Miko). Bahkan tidak sedikit Kunoichi yang dengan mudah masuk ke dalam istana walaupun dengan penjagaan yang ketat. Hal ini dikarenakan Kunoichi dilatih juga untuk mempermainkan emosi lelaki, tetapi juga harus bisa mengontrol emosi diri sendiri.
Kebanyakan Kunoichi adalah wanita yang sudah yatim piatu sejak kecil, atau dijual oleh keluargannya untuk kehidupan sehari-hari. Mereka dilatih oleh Kunoichi yang lebih tua dan menjadikan mereka sebagai senjata bagi tuannya. Walaupun begitu, banyak juga Kunoichi dari kalangan social atas, dan menjalankannya dengan kerja keras seperti pada Mochizuki Chiyome. Kunoichi berbeda dengan Ninja laki-laki pada umumnya. Kunoichi lebih mementingkan cara bertarung menggunakan kecepatan dan memukul pada titik vital lawan agar cepat lumpuh dibandingkan dendan kekuatan tubuh.
Berikut ini adalah kemampuan yang sering digunakan oleh Kunoichi.
1. Boryaku : merencanakan strategi dalam menyamar maupun menyusup dalam daerah lawan.
2. Intojutsu : menyamar, menipu, dan membuat ricuh daerah lawan dengan menyebarkan isu-isu negative di kalangan masyarakat.
3. Kayakjutsu : membuat dan menggunakan bahan peledak dalam pertempuran ataupun dalam penyusupan sebagai umpan maupun perlindungan diri.
4. Shinobi Iri : ilmu untuk memasuki daerah lawan, menyusup secara diam-diam ke daerah lawan.
5. Shuriken Jutsu : melemparkan Senjata rahasia.
6. Tanto Jutsu : ilmu menggunakan senjata berupa pisau.
7. Yagen : Ilmu menggunakan Racun

TOKOH KUNOICHI
1.Cho Gyokko (885 – 945)
Seorang putri dari Cina yang menjadi Kunoichi pertama di Jepang ini memiliki nama lain Yo Gyokko, Yao Yu Hu dan Koto Oh ini hampir hilang dari sejarah. Semassa dinasti T’ang, Yao Yu Hu dikenal berhubungan langsung dengan kekaisaran Cina, namun Gyokko akhirnya melarikan diri ke Jepang bersama keluarga kerajaan lainnya saat dinasti T’ang mengalami kehancuran pada tahun 907.Gelar Koto Oh disandang Gyokko setelah mengalahkan dan membunuh macan hanya dengan sekali pukul saat masih di Cina.
2.Mochizuki Chiyome (1540 – 1580)
Saat itu Takeda Shingen ingin membentuk kelompok Ninja wanita untuk dijadikan mata-mata dan pembawa pesan. Shingen menganggap, Kunoichi lebih mudah mengerjakan perkerjaan tersebut karena tidak akan dicurigai oleh pihak lawan. Kemudian Shingen memilih Chitome untuk membentuk Kunoichi yang bisa berarti bunga beracun/mematikan. Chiyome kemudian membentuk pasukannya di Desa Nazu Provinsi Shinani dan mulai mencari kandidat untuk mencari calon Kunoichi.
Setelah mengumpulkan dan melatih Kunoichi, Chiyome menemoatkan mereka di kuil sebagai Miko untuk menyamar. Dalam pelatihannya, chiyome menitijberatkan pada penyerangan titik lemah lawan dengan menggunakan senjata yang umum digunakan wanita sebagai penghias, seperti kuncir rambut.

TOKOH SAMURAI

http://rauff.files.wordpress.com/2009/04/samurai300.png1.Naoe Kanetsugu
Naoe Kanetsugu adalah seorang Bushi zaman Sengoku, zaman Azuchi Mamoyama hingga awal zaman Edo. Kanetsugu dilahirkan pada tahun 1560 di provinsi Echigo sebagai putra pertama Higuchi Kanetoyo yang merupakan pengikut Nagao Masakage, dan ibu dari klan Izumi asal Shinshu. Ayah Kanetsugu disebut-sebut sebagai keturunan Higuchi Kanemitsu yang bekerja sebagai penasehat senior Minamoto Yoshinaka. Di masa tuanya, Kanetsugu sempat bertempur di pihak Toku gawa dalam Pertempuran Osaka tahun 1614. Di rumah kediaman uroko-yashiki di Edo, Kanetsugu wafat di usia 60 tahun pada tanggal 19 Desember 1619.
2. Muso Gonnosuke Katsuyoshi
Muso Gonnosuke Katsuyoshiadalah Samurai pada awal tahun1600. Muso dilahirkan dari keluarga Samurai yang merupakan keturunan dari Kiso kanja no Taiyo Kakumei, pelayan Minamoto Yoshinaka. Nama keluarga Gonnosuke seharusnya Hirano, dan nama panggilan Muso adah Gonbei, pendiri dari dojo Jojutsu Koryu beraliran Shinto Muso Ryu. Pertarungan yang membuat dirinya terkenal melawan Miyamoto Musashi.
3.Miyamoto Musashi
Miyamoto Musashi (1584-1645), yang lebih dikenal dengan nama Musashi ini memiliki nama lengkap Shinmen Musashi No Kami Fujiwara Genshin. Semasa kecil, Musashi dipanggil dengan nama Bennosuke. Dengan kemamapuan yang dimiliki Musashi ia dikenal dengan nama Kensei yang berarti Dewa Pedang. Akhirnya Musashi meninggal di Kyusu pada tahun 1645.
4.Sasaki Kojiro
Sasaki Kojiro lahir di daerah Fukui pada tahun 1585. Kojiro hidup dari zaman Sengoku sampai awal zaman Edo. Pertarungannya dengan Miyamoto Musashi di Ganryu Island menjadi sejarah sampai sekarang. Kojiro memiliki tehknik pedang Ganryu yang kemudian dijadikan nama sebuah dojo yang didirikannya. Mendengar kepopuleran Kojiro, Miyamoto Musashi meminta Hasokawa Tadaoki untuk mengatur duel antara mereka berdua. Pertarungan disiapkan pada tanggal 13 April 1612. Dalam pertarungan tersebut, Kojiro berhasil dikalahkan oleh musashi dengan memukul iga kiri Kojiro yang menyebabkan patah dan menusuk paru-parunya yang menyebabkan kematian bagi Kojiro.

SAMURAI

http://northseven7.webs.com/the_last_samurai_7.jpgPada zaman Nara (710-784), pemerintahan Jepang memberlakukan sistem wajib militer yang diperintah secara langsung oleh Kaisar. Dengan adanya wajib militer ini, seluruh kaum lelaki diwajibkan untuk mengikutinya, kecuali kaum budak. Meski peraturan ini bersifat wajib, bagi mereka yang tidak memenuhi syarat dan tidak mampu menjalaninya, akhirnya mereka memilih untuk “membelot” dan melarikan diri dari peraturan tersebut. Beberapa sebab yang membuat mereka merasa keberatan adalah materi yang cukup membebankan. Di sisi lain, kaum petani yang juga termasuk wajib militer pun tidak sanggup melanjutkan akibat beban pajak yang mencekik.
Peraturan ini tidak membuat jepang kehilangan “pengikut” wajib militer, karena bagi kaum bangsawan, terutama yang melirik “masa depan” akhirnya mengikutinya. Dari beberapa “pengikut” peraturan ini akhirnya menjadi kelompok pasukanyang dikenal dengan Sakimori atau pembela.
Menginjak tahun 794, Ibu Kota yang berpusat di Nara akhirnya dipindahkan ke Heian (Kyoto). Pada masa-masa ini, kaum bangsawan kemudian memetik buah hasil pemerintahan Kaisar selama kurang lebih 150 tahun. Namun di sisi lain, dengan adanya sistem pungut pajak yang sangat besar, menimbulkan pemberontakan besar di setiap daerah yang kebanyakan terdiri dari kaum petani.
Para petani ini kemudian mulai melakukan penjarahan kepada masing-masing Tuan Tanah (Daimyo) yang diikutinya. Dikarenakan keadaan yang tidak aman, memaksa para pemilik Shoen (tanah bebas pajak) mempersenjatai keluarga dan petaninya. Kondisi ini yang kemudian melahirkan kelas militer yang dikenal dengan Samurai.

1. KATA SAMURAI
Kata Samurai berasal dari kata kerja dalam bahasa Jepang kuno “Samorau”. Kata tersebut akhirnya mengalami perubahan menjadi “Saburau” yang berarti melayani. Sehingga “Samurai” dapat diartikan sebagai pelayan bagi sang majikan.
Dalam catatan sejarahnya, Samurai sebenarnya diciptakan sebagai “satria bersenjata”, oleh karena itu, pada zaman Edo, Samurai lebih dikenal dengan sebutan Bushi (orang bersenjata).Berikut ini adalah beberapa sebutan untuk Samurai. Diantaranya adalah Buke (ahli bela diri), Musha atau Bugeisha (pakar bela diri), Kabukimono (preman samurai),dan Mononofu (satria panglima).
Pada masa terbentuknya pengelompokkan antar golongan, membuat Samurai juga menerapkannya. Samurai lebih menekankan dirinya sebagai prajurit elit dari kalangan bangsawan yang sopan dan terpelajar. Dan hal ini tentunya sangat berbeda dengan Ashigaru atau tentara berjalan kaki. Beberapa kelompok Samurai yang lain adalah Ronin (orang ombak ; Samurai yang tak bertuan), dan Hanshi (Samurai yang bertugas di wilayah Han)

2. SENJATA SAMURAI
Pada awal terbentuknya Samurai, mereka masih tergolong bukan kelompok yang bersenjata lengkap. Mereka mempersenjatai diri dengan “alat tempur” pada umumnya seperti busur dan panah. Buser dan panah, atau disebut dengan Yumi ini masih sering digunakan Samurai hingga abad ke-16. Senjata ini biasanya digunakan oleh Samurai dengan cara berdiri di belakang Tedate, yaitu perisai kayu yang besar. Selain itu, Yumi juga dapat digunakan dengancara menunggang kuda. Yumi sering digunakan dalam peperangan jarak jauh karena dinilai efisien dalam menyerah musuh. Jarak serang dari Yumi mampu menjangkau antara 100 hingga 200 meter.
Setelah mengalami berkembangan berbagai ilmu perang dan pertempuran, Samurai akhirnya menemukan senjata yang paling efisien. Setelah pertempuran melawan Mongol pada tahun 1281, pasukan militer Jepang akhirnya menggunakan pedang sebagai senjatanya utamanya. Dalam Bushido, diajarkan bahwa Katakana(pedang) adalah roh dari Samurai. Mereka percaya bahwa Katakana sangat penting dalam memberi kehormatan dan bagian dalam kehidupan. Sebelum zaman Kamakura (1185-1333), istilah Katakana lebih dikenal dengan Tachi dan Uchigatana.

di jepang ada sushi obama :)




Sushi Obama

Tampaknya orang-orang Jepang sangat menyukai presiden Obama.

Ken Kawasumi adalah seorang koki ternama dari Tokyo Sushi Academy yang gemar menciptakan sesuatu yang baru dalam bentuk makanan. Kali ini dia menciptakan sushi yang berbentuk wajah Obama.
ivanjaya.netivanjaya.net
sayangnya untuk tidak dijual ivanjaya.netivanjaya.net klo begitu di dalam menyambut kedatangan obama indonesia harus buat kue ato makanan tradisional yang mirip obama juga nihh jangan mau kalah yahh
ivanjaya.net ganbatte kudasai

Setsubun (節分)



Setsubun atau bisa disebut juga Risshun (立春) dirayakan setiap tanggal 3 Februari sebagai bagian dari festival musim semi (Haru Matsuri).

Dalam hubungannya dengan Tahun Baru Imlek, Haru Matsuri dan Setsubun sebelumnya dianggap sebagai semacam perayaan malam tahun baru yang disertai dengan ritual khusus untuk membersihkan segala roh-roh jahat yang berasal dari tahun lalu dan mengusir roh-roh pembawa penyakit di tahun yang baru. Ritual khusus ini disebut mamemaki (豆撒き) yang artinya melempar kacang. ivanjaya.netivanjaya.net
Mamemaki biasanya dilakukan oleh toshiotoko (年男) yaitu sang kepala rumah tangga atau laki-laki yang shio-nya sama dengan tahun baru kalender China. Meskipun begitu sekarang malah lebih banyak anak-anak yang melempar kacangnya, sebagai simbol untuk mengusir roh jahat dari kehidupan mereka yang masih sangat panjang.

Kacang yang dilempar adalah jenis kacang kedelai yang dipanggang (disebut juga Fuku Mame). Kacang-kacang tersebut dilemparkan ke luar pintu atau kepada anggota keluarga yang mengenakan topeng Oni (setan atau raksasa), sambil menyanyikan lagu "Oni wa soto! Fuku wa uchi!" (鬼 は 外! 福 は 内!) yang artinya kira-kira seperti "Setan keluarlah! Keberuntungan masuklah!"

Tapi kenapa kacang ya? Karena orang-orang Jepang jaman dulu percaya kalau kacang-kacangan dapat membawa keberuntungan dengan memakannya minimal satu kali dalam setahun.
ivanjaya.netivanjaya.net hmm gtu yahh org jepang suka makan kacang ternyata

Hesokuri: Tabungan Rahasia Para Istri 臍繰り

http://img204.imageshack.us/img204/7227/hesokuri.jpg

http://www.atus.staff.ugm.ac.id/blog/wp-content/uploads/ATM%20Iyo%20Bank.JPG

Krisis ekonomi memang membuat semua orang melakukan penghematan.

Tak terkecuali para ibu rumah tangga di Jepang yang "tabungan rahasia" mereka berkurang sekitar 20 persen di tahun lalu untuk menutup biaya hidup setelah penghasilan keluarga menurun.

Dalam keluarga Jepang, istri biasanya mengendalikan dompet rumah tangga. Kebanyakan suami Jepang kekurangan waktu atau tidak suka dengan perencanaan keuangan dan membayar tagihan ini, tagihan itu. Karena perencanaan anggaran belanja dianggap sebagai aspek penting dalam sebuah manajemen rumah tangga - inilah pekerjaan utama para wanita Jepang yang sudah menikah.

Kadang-kadang ibu rumah tangga menyisihkan sedikit uang sebagai "tabungan rahasia." Tujuannya untuk menutupi pengeluaran darurat yang tak terduga, untuk membeli hadiah bagi anggota keluarga, atau mungkin membelanjakannya tanpa sepengetahuan suami.

Tabungan rahasia ini disebut hesokuri.

ivanjaya.netivanjaya.net
Sudah menjadi tradisi bahwa para ibu rumah tangga-lah yang mengontrol keuangan keluarga di Jepang. Setiap bulannya mereka mengumpulkan gaji suami mereka dan menyerahkannya kembali dalam bentuk uang saku untuk menutupi biaya makan siang, minum kopi dan sake dengan teman.

Lalu sedikit uang disisihkan secara diam-diam dari rekening rumah tangga, dan biasanya tersembunyi di tempat dimana anggota keluarga yang lain tidak akan menemukannya. Bahkan kadang-kadang mereka sendiri lupa dimana mereka menaruh tabungan rahasia mereka - karena itu gak heran para mangaka sering menampilkan adegan "lupa" ini di komik mereka.

Meskipun hesokuri umumnya diasosiasikan dengan ibu rumah tangga, suami-pun bisa saja menyisihkan tabungan rahasia mereka juga. Banyak laki-laki menjaga rahasia tabungannya di laci meja yang terkunci di tempat kerja.
ivanjaya.netivanjaya.net kenapa gak tabok aja yahh suaminya klo gak ngasi duit ivanjaya.netivanjaya.net

Festival Koinobori 鯉幟

http://portal.unesco.org/en/files/27132/11146167565koinobori.gif/koinobori.gifhttp://www.mamalisa.com/images/blog/koinobori.jpghttp://3.bp.blogspot.com/_USzog_GOzyA/SefqxeuMARI/AAAAAAAAIG4/RDiVwFC_c7U/s400/kataoka2.jpghttp://danzinde.files.wordpress.com/2006/05/koinobori2.jpgKalo para gadis Jepang ada festival Hina Matsuri, maka pada tanggal 5 Mei ini, gantian para lelakinya yang merayakan hari Kodomo no Hi.


http://www.japanikuiku.com/wp-content/uploads/2009/06/koi-nobori3.jpg
Pada mulanya, perayaan ini dinamakan Tango No Sekku (端午の節句), semacam perayaan untuk menandai datangnya musim panas dan dirayakan di hari kelima di bulan kelima. Di jaman modern ini dikenal juga sebagai harinya anak laki-laki.
Nah di hari inilah para keluarga Jepang memasang bendera ikan koi satu untuk setiap laki-laki (baik ayah maupun anak), yang menurut legenda China; ikan koi bisa berubah menjadi naga yang bisa menerjang apapun (alias kuat) dan membawa keberuntungan.

Yang berwarna hitam dan berukuran paling besar untuk sang ayah, yang berwarna merah untuk anak tertua, dan yang berukuran kecil untuk anak lebih kecil.
ivanjaya.net
Di tahun 1948, pemerintah Jepang secara resmi menjadikan hari Kodomo no Hi sebagai hari libur nasional. Inilah yang membuat beberapa orang Jepang berpikir kenapa Hina Matsuri gak dijadikan hari libur nasional juga? Gak adil untuk para gadis kan?ivanjaya.netivanjaya.net gak adil yahh.

shinkansen 新幹線

Apa itu Shinkansen?

Shin artinya baru. Kansen artinya jaringan rel. Jadi Shinkansen artinya jaringan rel baru. Kurang lebih seperti itu.

Shinkansen adalah nama sebuah jaringan kereta api listrik super cepat yang dikelola oleh perusahaan Japan Railways Group sejak tahun 1964 dengan kereta pertamanya adalah Tokaido Shinkansen 0 Series ciptaan Kawasaki Heavy Industries yang berkecepatan "hanya" 210 km/jam.
Itu dulu banget lho.

Sekarang Guinness Book of World Records telah mencatat Tokaido Shinkansen MLX01 sebagai kereta tercepat di dunia dengan kecepatan maksimal 581 km/jam.ivanjaya.netivanjaya.net

Sebagai perbandingan: dari Jakarta ke Bandung naik kereta api Argo Gede bisa memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan, tapi kalau naik Shinkansen paling 1/2 jam doang.

Di dunia barat, Shinkansen dikenal juga dengan nama "bullet train" atau "kereta peluru" yang memang dilihat dari bentuknya yang mirip peluru dan kecepatannya yang super tinggi.


kereta peluru


Kereta Shinkansen membutuhkan waktu kurang lebih 90 detik untuk mencapai kecepatan 500 km/jam dari titik nol. Pernah terlambat gak kereta Shinkansen? Pernah dong.

Rata-rata keterlambatan Shinkansen adalah 6 detik!

Itu sudah termasuk segala jenis human error, cuaca buruk, dan gempa bumi. Sedangkan tingkat keamanannya juga yang tertinggi di dunia dengan jumlah kematian 0% selama Shinkansen beroperasi.
Saat ini JRG mengoperasikan 8 rute/jalur Shinkansen yang mencakup pulau Honshu dan Kyushu, yaitu rute Tokaido, Tohoku, Akita, Yamagata, Joetsu, Nagano, Sanyo, dan Kyushu.

Rute Tokaido adalah jalur kereta tersibuk di dunia yang telah mengangkut lebih dari 6 miliar penumpang. Sedangkan rute tersibuk di Jepang adalah Tokyo-Osaka dengan 10 kereta Shinkansen bolak balik setiap jamnya yang masing-masing membawa 16 gerbong berkapasitas 1.300 tempat duduk.

Bagaimana dengan harganya?

Naik Tokaido Shinkansen dari Tokyo ke Osaka yang jaraknya sekitar 552 km harga tiketnya adalah 13.750 yen (atau sekitar Rp. 1.400.000) untuk satu orang dewasa.

Harganya bisa dibilang sama dengan harga tiket pesawat terbang Skymark (sekelas AirAsia), tapi kenapa masih banyak yang pake kereta Shinkansen?
ivanjaya.netivanjaya.net gila mamen
Kimono adalah pakaian tradisional negara Jepang untuk pria dan wanita yang sudah ada sejak jaman dahulu kala. Baru pada jaman Edo, kimono mengalami perubahan yang sampai sekarang masih dipertahankan, yaitu lengan kimono yang sedikit lebih panjang bagi wanita yang belum menikah dan obi (sabuk lebar untuk mengencangkan kimono) yang semakin besar.
ivanjaya.netivanjaya.net
Kimono berasal dari kata Ki yang berarti mengenakan, dan Mono yang berarti pakaian. Jadi arti kimono adalah mengenakan pakaian. Gampang juga ya?

Tapi kalo soal harga dan cara bikinnya, kimono gak ada gampangnya. Kimono yang berbahan dasar sutra bisa dihargai Rp 50 juta keatas, bahkan ada yang sampai Rp 300 juta untuk satu set lengkap bersama obi, geta (sendal khusus kimono) dan aksesoris lainnya. Cara memakainya pun tidak sembarangan dan ada namanya sendiri, yaitu Kitsuke.ivanjaya.net mahaal

Makanya jangan heran kalo orang-orang Jepang sendiri gak sanggup beli kimono sutra. Biasanya para orangtua-lah yang mewariskan kimono sutranya. Hanya para pejabat, artis, pesumo tingkat satu dan keluarga kerajaan yang sanggup gonta-ganti kimono sutra.

Lalu bagaimana bisa banyak orang Jepang pake kimono?

Untuk pesta pernikahan, mereka memang sewa kimono sutra perhari, tapi untuk pesta-pesta nonformal seperti festival kembang api dan pesta tahun baru, mereka membeli dan memakai yukata.

Singkatnya, yukata adalah kimono yang bersifat kasual, lebih santai dan lebih sederhana. Yukata mengandung arti pakaian mandi, karena pada awalnya yukata hanya dipakai pada waktu sebelum dan sesudah mandi.

Tapi sekarang pemakaian yukata tidak terbatas. Kapan saja boleh dipakai. Di musim panas akan lebih banyak lagi orang yang memakai yukata karena mereka merasa sejuk.

Banyak orang tidak tahu kalau kimono itu banyak jenisnya, sesuai dengan tingkat formalitas dan status pemakainya.

Uchikake (打掛) adalah kimono formal yang berwarna berwarna putih atau merah terang yang dipakai oleh sang pengantin di hari pernikahannya.

Kurotomesode (黒留袖) adalah kimono formal berwarna hitam yang dipakai oleh para orangtua di hari pernikahan anaknya.

Furisode (振袖) adalah kimono yang dipakai oleh wanita yang belum menikah di acara-acara formal dan Seijin shiki (成人式), upacara tradisional untuk merayakan sang remaja perempuan yang beranjak dewasa.

Irotomesode (色留袖) adalah kimono semiformal yang dipakai oleh wanita yang telah menikah untuk menghadiri upacara pernikahan keluarganya.

Homongi (訪問着), Tsukesage (付け下げ) dan Edo Komon (江戸小紋) adalah kimono-kimono semiformal yang boleh dipakai oleh wanita yang telah menikah maupun yang belum menikah untuk menghadiri acara-acara formal dan semiformal.

Maiko Hikizuri (舞妓の引きずり) atau Susohiki (すそ引き) adalah kimono-kimono yang dipakai khusus oleh para geisha dan maiko.

Iromuji (色無地) adalah kimono yang dipakai untuk upacara minum teh.

Dan yang terakhir adalah Yukata (浴衣).

Umumnya yukata berbahan dasar katun dan dibikin dengan mesin pabrik, lain dengan kimono sutra yang dijahit sepenuhnya oleh tangan-tangan ahli. Karena itu harga yukata pun jauh berbeda dengan kimono sutra dan terjangkau oleh semua orang.
Sekarang ini kimono memang telah banyak dimodifikasi untuk mengikuti perkembangan mode dan minat kawula muda yang suka dengan kebebasan (harajuku), manga dan anime modern (cosplay). Walaupun begitu, kimono tradisional tetap menjadi primadona.ivanjaya.netivanjaya.net